Minggu, 16 Januari 2011

Dahlan Iskan: Siapa Kerja Lebih Keras, Saya atau Sofjan Wanandi?

Minggu, 16/01/2011 11:45 WIB
Dahlan Iskan: Siapa Kerja Lebih Keras, Saya atau Sofjan Wanandi? 
Nurul Qomariyah - detikFinance

Jakarta - Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan gerah saat pengusaha Sofjan Wanandi berkomentar agar PLN bekerja lebih keras dan tidak gampangan mencabut capping. Dahlan menantang Sofjan agar bekerja lebih keras dibanding dirinya.

"Saya kepingin tahu siapa yang bekerja lebih keras. Saya atau dia," ujar Dahlan kepada detikFinance, Minggu (16/1/2011).

Sofjan Wanandi sebelumnya menilai, PLN hanya ingin mengambil jalan mudah menutupi tingginya biaya listrik lewat kenaikan tarif listrik, seperti yang dialami industri saat ini akibat dilepasnya capping (batas) tarif listrik golongan industri.



Sofjan yang merupakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi ini mengatakan, seharusnya PLN bekerja keras untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakarnya sehingga biaya produksi listrik menjadi berkurang. Jangan masyarakat dan pengusaha yang dijadikan 'korban'.

Pernyataan Sofjan tersebut disampaikan menanggapi pernyataan Dahlan Iskan sebelumnya soal pengusaha besar yang ribut soal kenaikan tarif listrik industri akibat pelepasan capping (batas) tarif listrik industri oleh PLN. Dahlan menilai para pengusaha besar itu terlalu manja.

Terkait pernyataan Sofjan agar PLN bekerja keras, Dahlan menantang Sofyan Wanandi untuk kerja lebih keras dibanding dirinya. Dahlan justru menilai sebagian pengusaha yang manja itulah yang malas, tidak mau bekerja keras dan tidak mau berpikir kreatif untuk mengatasi segala hambatan usaha. Buktinya pengusaha lain yang tarif listriknya sudah normal tetap bisa bersaing.

"Saya berharap sebagian pengusaha yang selama ini mendapat perlakuan tarif khusus itu untuk berubah, bekerja lebih keras, tidak manja dan tidak menekan-nekan pemerintah. Buktikan bahwa pengusaha Indonesia adalah pengusaha yang handal. Bukan pengusaha yang bisanya hanya mendapat perlindungan yang tidak sehat," tegasnya.

Pernyataan Sofyan tersebut, kata Dahlan,  seolah-olah meremehkan kerja kerasnya di PLN selama satu tahun ini.

"Seolah dia saja yang bisa kerja keras. Saya kepingin tahu, apakah dia bisa bekerja keras melebihi saya. Saya tahu bahwa saya ini orang yang lagi sakit dan belum lama operasi ganti hati. Tapi soal kerja keras, saya kepingin tahu siapa yang bekerja lebih keras, saya atau dia" ketus Dahlan.

Kekisruhan antara Dahlan Iskan dan Sofjan Wanandi ini merupakan buntut dari pencabutan capping tarif PLN. Seperti diketahui pada Juli 2010 lalu pelaku industri dan bisnis mendapat kebijakan kenaikan TDL dengan pola capping  maksimal 18%. Kemudian pada periode 1 Oktober 2010 pelanggan listrik bisnis seperti mal, hotel, perkantoran telah lebih dahulu dicabut batas kenaikan capping 18% sementara untuk pelanggan industri tetap memakai pola capping.

Namun per Januari 2011, tidak ada capping sehingga terjadi kenaikan TDL industri di atas 18% atau tepatnya sekitar 20-30%.

(qom/qom)
 Baca berita lainnya di

http://www.detikfinance.com/