Rabu, 26 Januari 2011

Klub Belanda Incar Boaz Solossa

Tribunnewspekanabru.com - SATU lagi bibit handal Indonesia tengah menjadi incaran dari klub asing. Penyerang terbaik Indonesia saat ini, Boaz Solossa, dikabarkan mendapat perhatian khusus dari klub divisi utama Liga Belanda atau Eredivisie, VVV-Venlo. Klub yang bermarkas di Stadion De Koel tersebut menyatakan tertarik untuk melihat profil striker berusia 24 tahun tersebut.
    
Saat Tribunnews menghubungi pihak klub melalui surat elektronik, Manajer Divisi Media dan Humas VVV-Venlo, Ellen Berden, menyebut, nama Boaz memang sudah terdengar di sekitar klubnya."Beberapa hari lalu ada seseorang yang datang ke manajemen, bertemu pelatih dan membawa profil seorang bernama Solossa dari Indonesia.

Saya pikir kami tertarik karena besar kemungkinan tim pelatih akan mencoba untuk mengetes kemampuannya," tulis Ellen, dalam surat elektronik balasan ke Tribunnews, Rabu (26/1).Jika berhasil menjadi personel terbaru klub yang kini tengah berjuang untuk keluar dari zona degradasi tersebut, Boaz minimal akan mendapat gaji sekitar 4 ribu euro atau Rp 44 juta per pekan, yang disesuaikan dengan standar gaji pemain asing di VVV-Venlo.

Artinya, dalam sebulan pemuda asal Papua tersebut akan mengantongi uang Rp 176 juta, dan setahun sekitar Rp 2,112 miliar. Angka ini tentunya jauh lebih tinggi dibanding gaji di klubnya sekarang, Persipura Jayapura.    Uang itu belum termasuk bonus penampilan dan bonus gol, yang bila bermain stabil, paling tidak dalam setahun Boaz akan memperoleh pendapatan lebih dari Rp 3,5 miliar.
    
Nilai tersebut menjadi patokan minimal yang didapat oleh Maya Yoshida, bek VVV-Venlo asal Jepang, yang baru masuk pada musim 2010 ini.Sebelumnya, di situs rnw.nl, seorang agen pemain Ruud Voll, menyebutkan, pihaknya sudah menyambungkan Boaz dan Venlo. Rudy --panggilan Ruud Voll, merupakan pria keturunan Toraja, Sulawesi Selatan, yang bermukim di Amsterdam, Belanda.
    "VVV sedang mempelajari track record dan video. Termasuk penampilan Boaz Solossa yang membuat mata dunia terbuka, ketika menerobos sisi kiri pertahanan Timnas Uruguay dan mengelabui kiper Juan Castilo, 16 Oktober tahun lalu. Dia sangat trengginas, dan memiliki insting seorang pembunuh. Saya yakin Boaz akan mendapat kesempatan karena Venlo sedang membutuhkan goal getter seperti Boaz," ujar Rudy di rnw.nl, Rabu (26/1).
    
Rudy yakin, kemampuan Boaz tak kalah dengan dua pemain Asia eks Venlo yang sudah berkembang menjadi pemain Eropa, yakni Keisuke Honda dan Nordin Amrabat. Ia menceritakan, awalnya Honda datang ke VVV pada 2008 sebagai pemain biasa dan setahun kemudian direkrut CSKA Moskow sebagai bintang.
    
"VVV mendapatkan Honda dengan harga tidak sampai sejuta euro, dan klub Venlo ini menerima 9 juta euro untuk melepasnya ke Moskow. Lihat saja sendiri hasilnya sampai sekarang, dan saya yakin Boaz akan memperoleh kesempatan yang sama," imbuhnya.Sama halnya dengan Amrabat yang datang ke VVV di bawah asuhan Andre Wetzel sebagai pemain yang bengal, tapi berkembang menjadi bintang yang akhirnya dipinang PSV Eindhoven dengan badrol berlipat ganda. Kemudian Amrabat pindah ke Kayserispor Turki.
    
Di sisi lain, Rudy yakin, VVV-Venlo bisa menjadi jembatan positif bagi Boaz untuk menapak zona Eropa. "Dia akan mendapat pendidikan yang sangat baik, saya tidak heran kalau Boaz bisa loncat dari Venlo ke Ajax Amsterdam atau bahkan ke Liga Spanyol," kata Rudy.
     
Rudy cukup berpengalaman dalam menjembatani dunia sepakbola Indonesia dan Belanda. Ia pernah membawa pemain muda Makassar Irvin Museng masuk akademi Ajax Amsterdam dan pernah mendatangkan Pelatih Frits Korbach untuk membesut PSM Makassar tahun 2006.
    
Dari Jayapura, Pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengaku sudah membaca tentang kemungkinan anak didiknya pergi ke Belanda. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah positif dan Boaz bisa memperoleh ilmu di benua Biru.
    
"Saya pikir itu hal yang sangat bagus, dia akan mendapat kesempatan untuk belajar banyak hal di sana. Tapi semuanya tergantung pada kemauan Boaz,"  kata Jacksen, yang dihubungi Tribunnews, kemarin petang.
    
Namun menurut penuturan Jacksen, kapten Persipura itu seperti tak terlalu antusias menyambut kabar hangat tersebut. "Saya sudah sempat bicara tentang hal tersebut tadi, sepertinya Boaz menanggapinya biasa saja, dia hanya bilang 'lihat saja nanti coach'. Dan saya memaklumi itu," tandasnya.
    
Kabar Boaz dilirik VVV-Venlo tentu menjadi berita hangat persepakbolaan Tanah Air. Kualitas prima seorang Boaz memang sudah saatnya lepas dari kungkungan Liga Indonesia. Sayang, sifat homesick dan ulah indisipliner, menjadi hambatan besar bagi Boaz untuk berkarier jauh dari Tanah Papua, apalagi untuk "terbang" le luar negeri.
    
Sejak awal kariernya, Boaz hanya membela Persipura. Di Liga Super Indonesia (LSI) musim 2010-11, pemain yang dicoret dari Timnas Piala AFF 2010 karena masalah disiplin itu telah mencetak 15 gol dari 11 laga.(Tribunnews/bud)

Penulis : zulham
Editor : zulham
Sumber : Tribunnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar