Rabu, 12 Januari 2011

Panggung untuk RI Satu Setengah

Panggung untuk RI Satu Setengah

KUNCI jawaban itu tercantum pada halaman 479. "Jika SBY sudah tidak jadi presiden," demikian Ani Yudhoyono dalam buku Kepak Sayap Putri Prajurit, "maka kedudukan terhormat buatku adalah tetap menjadi Nyonya SBY, bukan menjadi presiden."
Halaman itu pula jawaban Kristina Herrawati-nama lengkap Ani-atas permohonan wawancara Tempo soal pencalonannya menjadi presiden pada 2014, yang diajukan Selasa pekan lalu. Menurut D.J. Nachrowi, Kepala Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Ani menyampaikan disposisi tertulis kepadanya. Kata Ani, soal pertanyaan itu, "Jawabannya ada pada halaman 479 buku saya."
Pada halaman itu, Ani merujuk pada "pertanyaan mengejutkan dari seorang siswi yang berkunjung ke Istana Negara bersama ratusan siswa dari sekolahnya". Katanya, "Ibu Ani, apakah Ibu nanti akan menggantikan SBY jadi presiden? Seperti Hillary Clinton?"
Pertanyaan itu sebenarnya diajukan oleh Airina, siswi Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara, Magelang, yang punya sejarah dekat dengan Akademi Militer. Pada 28 Desember 2009, ia datang ke Istana bersama 68-bukan ratusan-rekan. Ia bertanya, "Apakah Ibu akan mencalonkan diri sebagai presiden setelah Pak SBY?"
Ani menjawab cepat, "Kenapa Ananda punya pemikiran seperti itu dan bertanya seperti itu?" Bukannya menjawab, Airina mengajukan pertanyaan baru. "Apakah Ibu mau meniru Hillary Clinton?" Ketika itu, Hillary bersaing dengan Barack Obama dalam konvensi Partai Demokrat di Amerika Serikat. Ani lalu menyatakan, "Rasa-rasanya tidak terpikir di pikiran Ibu untuk menggantikan Pak SBY."
Setahun setelah dialog di Istana Negara itu, pencalonan perempuan 58 tahun itu mulai dilontarkan. Adalah Ruhut Sitompul, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat, yang melempar pernyataan buat "mengetes air". Katanya, ada tiga tokoh yang mungkin dicalonkan partainya pada 2014: Ani, Pramono Edhie Wibowo, dan Anas Urbaningrum. Pramono, adik Ani, kini menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Adapun Anas adalah Ketua Umum Partai Demokrat.
Tak perlu waktu lama buat menanti reaksi politikus lain. Amien Rais, pendiri Partai Amanat Nasional, menyorongkan Hatta Rajasa, ketua umum partai itu, untuk calon wakil presiden pendamping Ani. Taufiq Kiemas, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tak mau ketinggalan. Ia mengajukan putrinya, Puan Maharani.
Seorang politikus Partai Demokrat mengatakan Ruhut sempat ditegur karena pernyataan itu. Sebab, Yudhoyono selalu meminta fungsionaris partai tidak membahas pencalonan presiden pada saat ini. Namun Ruhut mengatakan tidak pernah ditegur. Ia menganggap tidak ada yang salah dengan pernyataan soal calon presiden 2014. "Partai lain boleh, kenapa kami tidak?"
Ruhut hanya pendukung Ani yang tampil ke permukaan. Di bawah permukaan, sejumlah pendukung mulai berhitung dan bergerak. Seorang tokoh senior militer berkalkulasi, pada 2014 akan maju pendiri Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. "Saya yakin," katanya, "banyak orang akan memilih Ibu Ani daripada dua tokoh itu."
Dengan kalkulasi itu, jalan buat Ani disiapkan.