Selasa, 08 Februari 2011

Duh... SMP Negeri di Perbatasan Mataram Minim Fasilitas

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM - Sekolah Menengah Pertama Negeri 17 Mataram yang dibangun di dekat perbatasan Mataram dengan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada 2005 hingga saat ini masih minim fasilitas penunjang belajar-mengajar, sehingga prestasi siswanya kurang membanggakan. "Sejak dibangun 2005 lalu, sekolah yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Karang itu belum memiliki ruang laboratorium bahasa, komputer dan laboratorium penelitian ilmu pengetahuan alam. Itu mempengaruhi hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2010 lalu," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 17 Mataram, Sumardan, di Mataram, Selasa (8/2).

Ia mengatakan, tingkat kelulusan siswanya pada tahun ajaran 2009/2010 di bawah 80 persen, sehingga harus memperoleh intervensi dari Kementerian Pendidikan Nasional. Sumardan menambahkan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram agar bisa memperoleh anggaran untuk pembangunan fasilitas laboratorium yang akan menunjang proses belajar mengajar di sekolahnya.
"Sudah berapa kali kami mengajukan permohonan agar dibangunkan laboratorium, tapi hingga saat ini belum ada respon. Padahal itu sangat penting bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah ini," ujarnya.

Kebutuhan akan fasilitas laboratorium dan fasilitas penunjang belajar-mengajar lainnya, menurut dia, sangat dibutuhkan siswa SMPN 17 Mataram yang sebagian besar berasal dari kalangan keluarga kurang mampu. "Jumlah siswa di SMPN 17 Mataram sebanyak 314 orang. Sekitar 80 persen diantaranya berasal dari keluarga kurang mampu," ujarnya.

Meskipun dalam kondisi keterbatasan fasilitas, kata Sumardan, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada anak didiknya terutama yang akan menjalani UN. Beberapa langkah yang dilakukan agar hasil UN pada 2011 lebih baik dari tahun sebelumnya yakni memberikan pengayaan dan bimbingan belajar mata pelajaran yang diujikan dalam UN secara gratis khusus bagi siswa kurang mampu.

Pengayaan materi mata pelajaran terutama yang diujikan dalam UN sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, sedangkan bimbingan belajar dimulai sejak 26 Januari hingga 18 Februari 2010. "Sumber dana bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN tersebut berasal dari dana Kementerian Pendidikan Nasional," katanya.

Kepala Dinas Dinas Dikpora Kota Mataram H. Ruslan Effendy tidak bisa dimintai keterangannya karena sedang menghadap Wali Kota Mataram, sedangkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar H. Zaenal Arifin sedang mengikuti rapat di Sekolah Dasar Negeri 42 Kelurahan Pagutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar