Kamis, 10 Februari 2011

Jalan Tol Jakarta-Tangerang Bakal Ditambah

Tol Jakarta Macet
TANGERANG - PT Jasa Marga Cabang Jakarta- Tangerang berencana menambah jalur kiri dan kanan sepanjang tol Jakarta-Tangerang menjadi empat jalur dari sebelumnya tiga jalur. Penambahan jalur ini upaya mengatasi makin tingginya tingkat penumpukan kendaraan menuju Kebon Jeruk, Jakarta Barat dari arah Tangerang maupun arah sebaliknya.
    
Juru Tata Usaha Humas PT Jasa Marga Jakarta-Tangerang, Djuarta Dinata mengatakan penambahan lajur itu guna mengurai kemacetan yang setiap hari terjadi terutama pada jam sibuk di akses jalan bebas hambatan tersebut. ”Saat ini dalam pembangunan. Tetapi realisasinya baru sampai ke Kembangan, Jakarta Barat dari Bitung, Kabupaten Tangerang. Belum sampai ke wilayah Tomang, Jakara Barat,”  terangnya seperti dikutip INDOPOS (grup JPNN), Kamis (10/2).

Dia juga mengatakan, pembangunan penambahan jalur tol ini dilakukan sejak awal Februari 2011 lalu. Direncanakan penambahan jalur itu akan selesai 7 bulan mendatang. Jalur yang sedang dibangun itu berlokasi di KM 5 arah Bitung-Kembangan. Djuarta juga menjelaskkan volume kendaraan yang melewati akses atol Bitung-Tomang dalam satu hari mencapai 250 ribu lebih.

Rinciannya, untuk kendaraan pribadi atau golongan I sebanyak  216.364; golongan II jenis kendaraan bus sekitar 22.660, golongan III kendaraan truk sebanyak 7.032, golongan V jenis kontainer 2.741 dan golongan VI kendaraan berat truk dobel gandeng sekitar 2.001 unit. Jadi, bila jalur tidak ditambah maka akan terjadi penumpukan kendaraan pada jalan berbayar tersebut lantaran tiap tahun kendaraan yang melintas dipastikan meningkat.

Karena itu, penambahan jalur tambahan di beberapa ruas yang padat wajib dilakukan. ”Beban kendaraan yang melintas di beberapa jalur di tol Jakarta-Merak saat ini tinggi,” tegas Djuarta. Untuk diketahui, tol Jakarta-Merak satu-satunya akses yang menuju ke wilayah Provinsi Banten. Selain itu juga akses angkutan barang untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.

Sementara itu, Kasubag Pelayanan Lalu Lintas PT Jasa Marga Cabang Tangerang-Jakarta, Abdul Kadir Amri mengatakan makin tingginya kendaraan yang melintas di satu tol akan berdampak tingginya tingkat kecelakaan. Itu dialami tol Jakarta-Tangerang terutama pada ruas Kebun Jeruk-Bitung yang terus meningkat tiap tahunnya.

Pada 2010 sedikitnya 8 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di ruas tol ini. Bila pada 2011 belum terdapat korban jiwa hanya kecelakaan kecil. Sedangkan di ruas tol Tangerang kecelakaan biasanya terjadi di KM 24, Bencongan, Karawaci, Kabupaten Tangerang. ”Rata-rata terjadi pada bus dan kendaraan pribadi. Faktornya sopir mengantuk dan melaju dalam kecepatan tinggi,” ungkapnya. (gin)