Selasa, 08 Februari 2011

Tak Ada Korban Pada Terbakarnya Kapal Selvia

KM Salvia (ilustrasi)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan, tidak ada korban jiwa pada terbakarnya Kapal Motor (KM) Roro Selvia di perairan sekitar Pulau Edam Kepulauan Seribu, pukul 03.15 WIB.
"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Alhamdulillah, semua penumpang terdiri 225 orang dan 24 ABK (anak buah kapal), selamat," kata Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Sunaryo kepada pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa.
Sunaryo, kondisi itu tercipta karena sistem tanggap darurat, baik di kapal maupun lingkungan sekitar berjalan dengan baik.

"Nakhodanya antisipatif. Begitu ada api, langsung info daruratnya menyebar sehingga api yang diduga berasal dari kamar mesin, bisa dipadamkan dalam waktu cepat," katanya.
Para penumpangnya juga tidak panik karena para ABK juga dilaporkan tidak panik. Alamat keselamatan, jaket pelampung untuk penumpang tersedia dengan baik. Penumpang juga disiplin. Tidak berebut, katanya.
Sunaryo juga membenarkan, api padam pada pukul 05.10 WIB dan seluruh penumpang dievakuasi ke KM Sahabat dibantu kapal Tugboat dari PT Pelindo II sebanyak tiga unit.
"Kepada operator, tetap dibebankan kewajiban untuk mengurus penumpangnya dengan baik. Kalau ingin pulang kembali, silahkan dan harus diantar dan sebaliknya," katanya.
Humas PT Bukit Merapin Nusantara Jakarta selaku pemilik kapal itu, Aminuddin menyatakan kesediaanya untuk memberangkatkan kembali para penumpang dengan kapal roro lainnya.
"Sore ini juga siap berangkat. Jika ingin istirahat dulu, kami inapkan di hotel sekitar Priok malam ini," katanya.
Ia juga menambahkan, siap memberikan kompensasi semacam "uang kaget" kepada para penumpang. "Bila ada perintah itu (dari otoritas yang berwenang, red), kami akan patuhi," katanya.
Namun, ketika ditanya, apa dugaan sementara sehingga terjadi kebakaran, Aminuddin tidak bersedia merinci. "Kami tidak berwenang dan itu sudah masuk substansi penyelidikan," katanya.
KM Selvia dengan bobot 2.439 DWT itu melayani trayek Jakarta-Bangka dengan nakhoda saat kejadian adalah Rasiman.
Salah seorang penumpang asal Pandeglang, Banten, Sardi (30) membenarkan bahwa, api berhasil dipadamkan oleh ABK. Jadi, tanpa bantuan dari Kapal Sahabat dan tiga kapal tunda milik PT Pelindo II yang sempat merapat, katanya.
Saat kejadian, kata Sardi, para ABK juga tidak panik sehingga para penumpang tenang-tenang saja.
"Saat kejadian, saya sudah tidur dan dibangunkan oleh pengumuman bahwa ada kebakaran di kamar mesin. Beberapa saat kemudian, penumpang diminta memakai jaket pelampung dan semua dapat serta tidak panik," kata Sardi.

baca berita lainnya di yahoo.com