Minggu, 17 April 2011

Duet Toisutta-Arifin Tetap Dicalonkan

George Toisutta dan Arifin Panigoro
TEMPO Interaktif,JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat, George Toisutta dan Arifin Panigoro, kembali diusung menjadi pasangan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI Perioden 2011-2015. Formulir pengajuan nama keduanya telah masuk sekretariat PSSI, Minggu (17/4) sore. 

Duet Toisutta-Arifin, diajukan oleh lima pemilik suara PSSI. Mereka adalah klub Persib Bandung yang bermain di Liga Super Indonesia (LSI), Maung Bandung FC (Klub Divisi III), Persiwangi Banyuwangi (Divisi II), Persepam Pemekasan (Divisi Utama) dan Pengprov DKI Jakarta.


Kelima formulir itu diantarkan bersama-sama oleh utusan yang mengaku bernama Eko Yudha. “Saya hanya disuruh. Formulir yang saya bawa lengkap dengan tanda tangan ketuanya,” kata Eko saat ditemui di kantor PSSI, Minggu (17/4).

Ketua Umum Persib Bandung, Umuh Muchtar, menilai tidak ada calon yang pantas menjadi pimpinan PSSI selain Toisutta-Arifin. Saat ini sulit mencari tokoh yang bisa seperti mereka. Sebagai anggota Komite Eksekutif, ia mengajukan Bernard Limbong.

“Toisutta bersih dan berjiwa olahraga. Arifin sudah tidak diragukan lagi dalam memperjuangkan sepak bola, tak itung-itungan rugi,” kata Umuh. Ia yakin apabila PSSI ditangani kedua orang tersebut, sepak bola Indonesia akan kembali berprestasi seperti sebelum rezim Nurdin Halid.

Menanggapi FIFA yang melarang kedua calonnya itu ditambah Nurdin dan Nirwan Bakrie maju bursa Ketua Umum PSSI, Umuh menilai FIFA tidak berdasar. “Apa alasan FIFA. Apabila itu mengacu pada Komite Banding, itu tidak bisa diterima karena Komite Banding sudah diputihkan,” ujarnya.

Menurut Umuh, FIFA harus melihat posisi di Indonesia. Dan mayoritas suara anggota PSSI telah memilih mereka. Ia berharap Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar bisa meyakinkan FIFA sehingga siapa pun boleh mencalonkan diri asal sesuai aturan. “Bahkan kalau Nurdin Halid mau maju lagi, silakan,” ujarnya.

RINA WIDIASTUTI - www.tempointeraktif.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar