Rabu, 20 April 2011

FIFA Tetap Gugurkan Empat Calon Ketua Umum PSSI

Agum Gumelar - Ketua Tim Normalisasi
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Nasib empat bakal calon ketua umum PSSI yang namanya digugurkan oleh Komite Banding PSSI 28 Februari lalu akhirnya benar-benar tak terselamatkan. FIFA memutuskan tetap tidak memperbolehkan empat orang tersebut, yakni Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro, untuk maju lagi.

Hal itu terungkap dari pertemuan antara Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, dengan Presiden FIFA, Sepp Blatter, saat keduanya bertemu di markas FIFA di Zurich, Swiss, Selasa (19/4) sore. "Tidak ada perubahan dari surat FIFA tertanggal 4 April lalu untuk keempat calon. Semua petunjuk sesuai dengan surat sebelumnya," ujar Agum saat dihubungi melalui sambungan telepon internasional, Selasa malam.

Sementara itu mengenai hasil kongres 14 April lalu yang menghasilkan komite pemilihan dan komite banding, ujar Agum, akan dibahas pada rapat internal FIFA Rabu (20/4). "Keputusan FIFA akan diumumkan secara resmi oleh FIFA besok sore atau paling lambat lusa," kata Agum.

Agum mengungkapkan bahwa dalam rapat antara dirinya dengan FIFA di antaranya membahasa tentang langkah-langkah yang harus dilakukan Komite Normalisasi ke depan. Rapat yang seharusnya hanya digelar setengah jam itu molor menjadi tiga jam gara-gara banyak argumentasi. Karena itulah pada akhirnya FIFA memutuskan menggelar lagi rapat internal pada Rabu.

Menyambung pernyataan Agum, anggota Komite Normalisasi yang juga Acting Sekjen PSSI, Joko Driyono, menyatakan tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan hasil pertemuan tadi. "Pada prinsipnya pak Agum akan pulang besok dan FIFA akan membuat hasil pertemuan ini secara tertulis supaya tidak terjadi kesalahpahaman atau sangkaan-sangkaan," katanya.

Joko mengatakan telah mendapatkan laporan dari Agum mengenai hasil pertemuan tersebut, akan tetapi ia dimita tidak langsung menyampaikannya karena keputusan resmi FIFA kemungkinan baru keluar lusa. Sedangkan mengenai Electoral Code PSSI, kata Joko, tidak dibahas dalam forum yang dihadiri juga oleh Direktur Asosiasi dan Pengembangan FIFA, Thierry Regenass, tersebut.


Redaktur: Krisman Purwoko
Reporter: fernan rahadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar