Jumat, 22 April 2011

Harapan Komite Normalisasi Kepada Semua Pihak

Thierry Regenass
Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar Kamis (21/4) sore mempertegas kembali tentang tidak diperkenankannya Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, Arifin Panigoro dan George Toisutta untuk dicalonkan sebagai ketua umum PSSI 2011-2015. Hal ini sejalan dengan keputusan FIFA yang dituangkan dalam surat yang dikirim pada 4 April 2011, yang kemudian diperkuat kembali dengan surat FIFA kedua yang baru diterimanya Kamis sekitar pukul 14.00 wib, satu jam menjelang pertemuannya dengan media di ruang pertemuan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.

Surat kedua dari FIFA, yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke, sekaligus merupakan "jawaban" atas pertanyaan yang dibawa Agum Gumelar pada kedatangannya ke markas FIFA di Zurich, Swiss, Senin dan Selasa. Saat itu, Agum Gumelar yang berturut-turut ditemui Direktur Asosiasi & Pengembangan FIFA Thierry Regenass dan kemudian Presiden FIFA Joseph Sepp Blatter, meminta penegasan FIFA atas kepastian diperbolehkan atau tidaknya Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro dan George Toisutta dicalonkan. Disamping itu, Agum Gumelar juga melaporkan tentang pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan (KB & KBP) melalui "Kongres" pada 14 April di Hotel Sultan, Senayan.

Bertalian dengan pembentukan Komite Pemilihan, papar Agum, FIFA tidak merekomendasikan. Namun, terkait adanya KBP, otoritas sepakbola dunia itu bisa menerimanya. Dengan demikian, KBP tetap bisa berjalan. Menyangkut KP, FIFA menegaskan bahwa Komite Normalisasi sekaligus bertindak sebagai electoral commission.

"Penegasan FIFA ini secara umum tidak berubah dari isi surat yang dikirimkan pada 4 April lalu," tegas Agum Gumelar.

"Keputusan FIFA tetap tegas meski saya sudah sampaikan saran-saran dan masukan masukan," imbuh mantan Danjen Kopassus, Menteri Perhubungan dan Menko Polkam itu.

Isi dari surat FIFA tanggal 4 April 2011 atara lain menegaskan tentang tidak diperkenankannya empat nama yang sebelumnya sudah digugurkan oleh Komite Banding pada 25 Februari lalu, untuk mengajukan diri kembali sebagai ketua umum PSSI 2011-2015. Komite Normalisasi yang dibentuk lewat Sidang Komite Darurat FIFA juga bertindak sebagai Komite Pemilihan (KP).

NURDIN DAN NIRWAN LEGOWO Tentang keputusan FIFA yang mempertegas isi surat 4 April lalu, mantan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI 2007-2011Nurdin Halid dan Nirwan Dermawan Bakrie, sama-sama menyatakan legowo. Keduanya mengakui, keputusan tersebut harus dihormati.

"FIFA sudah mengambil keputusan dan saya harus menghormati keputusan tersebut," jelas Nurdin Halid, yang Kamis sore masih berada di luar kota.

Nirwan Bakrie menyatakan, keputusan FIFA harus dihargai meski pun tentunya tidak bisa menyenangkan semua pihak. Nirwan Bakrie sendiri mengaku sudah berlapang dada dan tetap akan berkecimpung di sepakbola meskipun berada di luar struktur kepengurusan PSSI.

"Kita sama-sama bertekad untuk memajukan persepakbolaan nasional agar bisa lebih eksis dan diakui di dunia internasional," jelas Nirwan Bakrie.

Dia juga mengutarakan apresiasianya atas upaya dan kerja keras Komite Normalisasi yang diketuai oleh Agum Gumelar dalam upaya meningkatkan kinerja PSSI. "Kita sama-sama berharap agar kedepannya kondisi sepakbola Indonesia menjadi jauh lebih baik lagi. Ini juga tentunya berkat dukungan media," jelas Nirwan Bakrie.

AKAN BERTEMU GEORGE TOISUTTA

Di sisi lain, dalam keterangan persnya di SUGBK, Senayan, Agum Gumelar yang tampak masih letih sekembali dari Zurich, Swiss, Agum Gumelar juga mencoba memberkan apresiasi dan penghargaannya kepada tokoh-tokoh yang saat ini menjadi pembicaraan hangat di jagat sepakbola nasional.

"Pertama, saya ingin sampaikan rasa terima kasih kepada pak Nurdin Halid yang telah menunjukkan rasa pengertian menerima keputusan FIFA ini. Saya juga minta maaf kepada pak Nirwan Demawan Bakrie. Upaya saya agar dia masuk dalam pencalonan tidak diterima. Saya tahu pak Nirwan Bakrie sudah berpikair dan berbuat. Pikiran dan tenaganya selama ini sudah dicurahkan untuk kemajuan sepakbola kita. Saya mohon kepada pak Nirwan untuk berlapang-dada," demikian antara lain dikemukakan Agum Gumelar di awal pertemuan.

Selain kepada dua mantan pejabat teras PSSI itu, Agum Gumelar juga meminta dan berharap dua nama lainnya, George Tosiutta dan Arifin Panigoro, untuk bersikap serupa. Rencananya, Jumat (22/4) Agum secara khusus akan menemui George Toisutta, untuk menyampaikan secara langsung hasil pertemuan langsung dengan petinggi FIFA, Senin dan Selasa lalu di Zurich.

Agum mengakui, mungkin dirinya orang pertama yang mendorong George Toisutta untuk bersedia dicalonkan menjadi Ketum PSSI. Mantan menteri Perhubungan itu menyatakan, beberapa bulan sebelum ramai-ramai pencalonan calon Ketum PSSI, dirinya sudah menemui George untuk mendorongnya supaya mau dicalonkan sebagai Ketum PSSI. Saat itu, George belum memberi sinyal bersedia.

"Saya yakin George Toisutta seperti saya yang pernah jadi tentara adalah prajurit Sapta Marga. Dengan jiwa besar saya yakin dia bisa menerima kondisi ini meski sampai sekarang saya masih mempertanyakan apa salah pak George. Ada misi yang lebih besar yang harus beliau emban," terang Agum.

Kepada Arifin Panigoro Agum yang mengaku sudah berteman baik sejak masih SMA di Bandung dirinya minta maaf. "Kita semua tahu Arifin sudah memberi sumbangsih besar kepada dunia olahraga kita. Diantaranya dengan menggelar Liga Medco. Tapi dengan keputusan ini sekali lagi saya minta maaf. Tapi saya berharap Arifin tetap baktikan dirinya kepada dunia olahraga.

Agum Gumelar juga menghimbau kepada para pemilik suara untuk tidak emosional. "Keputusan ini pahit. Tapi tolong terimalah dengan tawakkal. Jangan emosional. Jika emosional, maka jadinya akan tidak jadi lebih baik dari yang sebelumnya. saya sangat berharap semua bekerjasama untuk membuat situasi menjadi normal dan jadi lebih baik," ungkapnya.

Agum yang dalam press conference ini tidak didampingi satu pun anggota KN yang lain tampak kelelahan karena baru pukul 09.30 mendarat dari Swiss sungguh-sungguh meminta kepada semua pihak untuk menyongsong kongres 20 Mei mendatang dengan damai.

"Saya mohon kepada Harbiansyah Hanafiah (Ketua KP), Wisnu Wardhana (wakil KP), Usman Fakaubun (anggota KP), Saleh Mukadar ( tim sukses George-Arifin), dan lainnya untuk menerima keputusan ini dengan tawakkal. Jangan sikapi ini dengan emosional. Itu akan merusak langkah-langkah yang sudah kita lakukan. Mari lupakan masa lalu. mari kita bangkit dengan semangat rekonsiliasi demi kemajuan sepak bola kita," harapnya.

Diambil dari www.pssi-football.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar