Senin, 25 April 2011

Pembobolan Rekening Elnusa Mulus dengan Bantuan Kepala Cabang Bank Mega

MedanBisnis-Jakarta. Kasus pembobolan rekening deposito PT Elnusa bukan hanya melibatkan Direktur Keuangan Santun Nainggolan. Pembobolan juga menggaet sejumlah pihak antara lain Kepala Cabang Bank Mega Jababeka berinisial IHB.
"IHB sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasat Fismondep Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Aris Munandar di Jakarta, Senin (25/4).

Aris menjelaskan, dalam pembobolan dana PT Elnusa sebesar Rp 111 miliar ini, modus yang dilakukan dengan pemalsuan tandatangan dokumen pengalihan dana. Nah, pemalsuan ini tidak akan mulus tanpa bantuan pihak bank.



"Dengan keterlibatan kepala cabang IHB ini, lalu ditelusuri bagaimana proses pengaliran dana ini dilakukan," jelasnya.

Pencairan dana deposito milik PT Elnusa dilakukan dengan mencairkan dana deposito dengan dalih investasi, tentunya dengan persetujuan Direktur Keuangan PT Elnusa, kemudian dana itu dan dialirkan ke rekening PT Discovery.

"Dana ini kemudian dialihkan ke PT Discovery, lalu dipindahkan ke rekening pribadi ICL pemilik PT Discovery, makanya terjadi pencucian dana di dalamnya," kata Aris.

Pencairan dilakukan sebanyak 5 kali yakni pada September 2009 sebesar Rp 50 miliar, Oktober 2009 sebesar Rp 50 miliar, November 2009 sebesar Rp 40 miliar, April 2010 Rp 10 miliar, Juli 2010 sebesar Rp 11 miliar. Namun sebelumnya pada Mei 2010 ada uang yang ditransfer balik sebesar Rp 50 miliar ke rekening PT Elnusa.

"Saat audit dilakukan memang seolah-olah uang masih ada, namun itu dokumen palsu," imbuh Aris.

Setiap bulannya dalam pembukuan seolah-olah PT Elnusa mendapat bunga deposito Rp 300 juta. "Dana ini deposito berjangka 3 bulanan. Tapi berdiam paling lama 9 hari bahkan cuma 2 hari saja sudah dipindahkaan. Ada cara lain, pembayaran bunga deposito seolah-olah Bank Mega, padahal PT Discovery," tuturnya. (dtf)
Baca berita lainnya di :
http://www.medanbisnisdaily.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar