Senin, 21 Januari 2013

Toyota New Corolla 1999



Perjalanan Bagus Galih Poernomo dalam dunia modifikasi terbilang panjang. Maklum, Galih memang aktif tergabung di klub dan komunitas mobil.

Saat status Galih naik menjadi seorang kepala rumah tangga, terbersit untuk meninggalkan dunia yang 'menghabiskan' duit ini. “Mau tobat dan cari mobil Jepang yang aman saja, artinya sedan yang tak mudah didandani biar fokus ke keluarga dan pekerjaan,” ujarnya.

Pilihan jatuh ke Toyota New Corolla 1.8L karena usia belum terlalu tua, mesin tangguh dan cukup nyaman untuk operasional. “Beneran cuma mau ganti pelek aja pakai RPF-1 ring 16 inci,” kenangnya.

Apa daya pilihannya kurang mengena sasaran. Bukan persoalan kualitas dan durabilitas New Corolla berkode bodi AE111, melainkan seputar varian yang menurutnya sulit dibuat keren. Mobil yang dipikirnya minim pernik dan komponen JDM (Japan Domestic Market), ternyata justru seabrek.

Hal ini terungkap saat Galih tergiur ajakan teman-teman komunitas Corolla untuk ikut sesi pemotretan dream car back to 90s di pelataran parkir markas OTOMOTIF. “Begitu mobil teman-teman berdatangan, baru sadar kalau niat tobat bakal gagal,” kekehnya.

Yah..namanya juga gatal tangan kalau enggak ngoprek, akhirnya selama sesi pemotretan malah banyak berkonsultasi dengan teman-teman yang AE111-nya sudah lebih dulu keren. “Sampai akhirnya diputuskan untuk mengubah mobil menjadi tampilan GT seperti di negara asalnya, Jepang,” bisik Galih.

Pabrikan Toyota selalu merilis versi GT untuk semua generasi Corolla mulai dari versi lawas macam DX hingga AE111. Di Tanah Air, versi GT juga pernah beredar bernama Corolla GTi pada awal '90-an.

Perburuan pun dimulai penuh kesabaran untuk melengkapi semua pernik dan aksesori bawaan mobil. “Sengaja saya cari barang-barang OEM versi GT untuk varian AE111 ini,” jelas pengusaha retail ponsel ini.

Mulai dari eksterior parts yang meliputi gril, emblem, lampu belakang, side skirt hingga stiker bertuliskan GT Twincam 20 untuk ditempel pada bagian bawah pintu belakang. “Untuk beberapa komponen harus sabar menunggu karena terbilang langka,” tutur Galih. Sembari bodi disiram ulang oleh Dimas 'O Menos' di Haji Nawi, Jaksel, Galih mulai berburu.

Semisal air purifier asli Toyota yang terpasang pada bagian dek speaker persis di belakang sandaran jok belakang. Tak hanya unit, Galih pun melengkapi tombol pengaturan yang dipasang sesuai aslinya pada bagian console tengah persis disebelah tuas rem tangan.

Tak kalah ribet adalah console dasbor tengah untuk rumah monitor double DIN yang jadi standar kelengkapan GT series. Karena posisi yang rada di atas (sejajar meja dasbor), rumah double DIN ini terlahir dengan pet untuk menangkal sinar matahari yang bisa membuat glare tampilan monitor.

Begitu mobil sudah selayaknya versi GT Jepang, barulah Galih mendandani jok dengan Recaro lawas tipe L-Modular lengkap dengan head rest model senar alias string. “Lazimnya headrest model ini memakai sandaran kepala jenis jaring/jala,” papar Galih.

Masih ada yang ketinggalan pada bagian kaki-kaki yakni pelek. Mobil yang sudah ganteng luar-dalam ini ternyata belum mendapat sepatu yang cocok, sampai akhirnya Auto Distro di bilangan Fatmawati menawarkan pilihan paling apik, OZ Chrono Evolution ring 16 inci. “Pelek ini yang saya rasa paling pas,” tutupnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar